Beberapa bukan yang lalu gue dikenalkan oleh seorang wanita di majlis(walau secara tidak langsung). Perkenalannya pun juga termasuk lucu buat gue, jadi awalnya gue kenal dengan seseorang jamaah majlis di daerah Kebayoran Baru, beberapa kali kita sempat ngobrol bareng setelah acara selesai. Kemarin pada hari Kamis malam Jumat kembali kita ngobrol-ngobrol sambil ngerokok setelah menyatap hidangan(cowok ini salah satu dari sedikit sekali perokok di majlis tersebut, karena bagi perokok sangat nikmat merokok setelah makan).
Dari berbagi informasi kegiatan yang diadakan yayasan dan majlis lainnya, gue beritahu ada acara Khaul Sayiddah Fatimah Az Zahra a.s, lucunya dia minta gue mengirimkan sms, awalnya gue kira sms ke nomor dia tapi ternyata nomor yang gue kirim sms tersebut adalah milik adiknya yang berjenis kelamin wanita (biar jelas), dan yang gue rada curiga sich adiknya hadir pada malam itu (sepertinya adiknya itu aktif juga sich meghadiri acara-acara di majlis tersebut) dan kita sempat berjumpa walau sesaat walau tidak sempat berkomunikasi (karena ketemunya saat dia mau pulang, dan yang gue menyesal banget tidak bisa jelas melihat wajahnya hehehehe… maklum masih belajar jadi cowok baik sich jadi masih suka melihat fisik wanita hehehehe…).
Esoknya iseng sms pura2 aja lupa nomor siapa, kemudian kita kenalan, dan beberapa kali telpon serta sms dan janjian untuk jalan di hari sabtu setelah dia pulang dari majlis fikih gue pulang kerja.
Hari sabtu yang dijanjikan, ketemulah kita di mall daerah Jakarta Selatan, mall yang cukup terkenal di Jakarta, dan dia gue ajak untuk nonton dan makan (walau makan dia yang bayar hahahahaha….), pulangnya gue kambuh alerginya, emank sih dari pagi juga sebenarnya udah pilek, tapi karena janji ya udah dipaksa sekalian penasaran mau lihat dia kalau secara dekat hehehehe….
Rupanya dia manis juga, pantas dia cerita kalau mantannya masih mau kembali manjdai calon pasangannya.
Entahlah sejak saat itu gue jadi segan dengan dia, ada perasaan gue tidak layak buat dia, bahkan mungkin buat wanita di seluruh dunia, bukan hanya untuk dia. Apalagi dia, yang keluarganya sangat baik, rajin mengikuti majlis doa dan ilmu, luas pergaulannya, serta punya kepeduliaan yang sangat tinggi akan saudara-saudara sesama muslim, walau ada perbedaan, seperti kemarin sabtu, hampir sekeluarga mereka turut serta dsalam aksi mengecam tindakan biadab Zionist Militer di kedubes Amerika dan PBB.
Dan ternyata memang dia wanita yang menarik, teman semajlis gue, yang aktivis dan punya keahlian yang berguna, ternyata menyukai dia, mungkin dia lebih layak buat wanita itu daripada gue.
Entahlah, apakah ini yang dinamakan minder atau inferior, tidak percaya diri, tapi gue juga punya sih alasan2 yang membuat gue sedikit menjauh. Yang pasti dia wanita yang baik dan layak mendapatkan pria yang baik, sedangkan diri gue hanya orang yang baru belajar baik, entah kapan jadi orang baik.
Belum lagi keyakinan gue yang masih kurang mantap, masih berani melakukan hal2 yang bukan saja tidak disukai Tuhan tapi juga yang dilarang oleh Tuhan. Masih suka terlena akan dunia, masih menghayal akan materi, masih berasa berat ke tempat2 yang diridhoi Tuhan.
Dan sekarang wanita itu juga sedikit berubah jik bertemu, tidak lagi seperti awal kita bertemu, mungkin dia juga udah bisa menilai gue yang sesungguhnya.
Mudah2an wanita itu bertemu dengan seorang pria terhormat, bukan seorang yang tidak jelas kayak gue, yang klw direnungin hanya seorang pecundang. Seorang pria yg bisa membimbing dia ke arah kebaikkan, menjadi Imam buat dia dalam kehidupan.
Capek ah, bingung apa lagi yang mau ditulis mengenai hal ini, walau kyknya banyak jk diceritakan dengan lisan bukan dgn tulisan, salah satu kekurangan gue, terlalu banyak omong bukan banyak menulis. Tapi kapan2 gue mau belajar kagi menulis, walau itu kisah2 gue aja, klw gak ya copas dari blog atau web lain.
Nyambung gak ya, judul ama isinya, tahu ah, bukan pelajaran Bahasa ini…
Udah ah….
No Comments Yet
Belum ada komentar.
