Gak jelas… ngelantur ajalah…

Ternyata memiliki pengetahuan
kadang tidak menyenangkan
apalagi ilmu yang sang pemilik tidak dapat mengamalkan
yang suatu saat akan hilang karena tidak digunakan

Ilmu yang hanya membuat diri merasa sendiri
ditengah ramainya kehidupan
tidak ada arti
dan tiada masa depan…

Entahlah, tidak ada yang dapat diajak berdiskusi
untuk sekedar saling berbagi
membuatku tidak lagi dapat dipahami
bahkan oleh diri sendiri

Ketika banyak orang hanya melihat siapa yang berbicara
tanpa perduli apa yang dibicarakan
untuk apa lagi sebuah pengetahuan
ilmu yang materi tidak akan pernah didapatkan…

ilmu hanya digunakan untuk menghilangkan dahaga batin
tapi juga menambah beban jiwa
sungguh membuat prihatin
ketika hidup di dunia

Kenapa aku harus diberikan kesukaan akan membaca
kenapa jiwa ini selalu ingin mencari
tidak cukupkah ilmu ketika mendapat kerja
dan hanya belajar untuk mendapatkan materi

mungkin benar dari ucapan sang Nabi ini
“Ada 3 orang, kata Nabi, yang patut dikasihani, jangan dicela, jangan dikucilkan, hibur, rangkul, sebab mereka ini hidupnya telah amat terpukul. Pertama; Pimpinan yang jatuh hina. Kedua; Orang kaya yang jatuh miskin. Ketiga; Ulama atau ilmuwan yang hidupnya dipermainkan oleh orang-orang bodoh di sekitarnya.”

Aahh, terlalu menghayal, merasa diri seorang ilmuwan apalagi ulama.

Ulama adalah seseorang yang mempelajari agama dengan mendalam, dan biasanya mereka bersekolah di sekolah-sekolah khusus mempelajari agama, sedangkan gue, hanya sebentar mengenyam sekolah khusus agama, itupun sekedar hanya untuk menghabiskan waktu masa kecil, dan sekolah agama hanya seperti extrakulikuler. Tidak pernah fokus belajar ketika di sekolah agama, lebih menitik beratkan sekolah umum. Hanya sepertinya supaya tidak diasuh oleh babysister, sehingga lebih baik ketika sekolah dasar selesai, melanjutkan belajar, tidak dirumah sendirian, sangat berbahaya bagi seorang anak kecil sendiri dirumah bukan…

Ilmuwan, wah jauh bner predikat ini ditempelkan pada diri ini, diri yang bodoh, yang tidak tahu untuk apa semua buku-buku yang telah dibaca, lagipula berapa banyak buku yang telah dibaca…

Ternyata merasa diri termasuk dalam hadis tersebut, membuat tertawa, hayalan yang terlalu jauh dan naif…

hmmm…kenapa sepertinya hanya menghamburkan uang dengan sia-sia melihat buku-buku di lemari dan dikamar, yang bertumpuk kadang tidak karuan…

Kadang terpikir, berapa semua buku tersebut jika dijual…
Cukup menadapat ilmu seperti mereka yang disekitar gue aja
dengan mendengarkan ceramah jika ingin mengetahui sesuatu, atau ikut majlis, atau bertanya kepada yang bergelar ulama…

Teringat perkataan Imam Ali as, mengenai ilmu yang lebih utama daripada harta dunia, ketika beliau as ditanya 10 orang dengan pertanyaan yang sama. Tapi kenapa, akhir-akhir ini gue merasa ilmu yang gue miliki tidak memiliki keutamaan apapun. Tapi kadang terbersit, bukan ilmunya yang tidak memiliki keutamaan, tapi diri ini yang hina, sehingga walaupun memiliki buku-buku yang mungkin buat orang biasa cukup banyak, malah membuat buku-buku tersebut tidak berharga.

Banyak tahupun malah tidak mengenakkan, dianggap sok kritis ketika mengajukan sesuatu pertanyaan yang… entahlah, mungkin terlalu berlebihan buat orang seperti gue…

Aaahhh, melihat teman-teman dan orang-orang sekitar menjalani hidup, bekerja dengan baik, menikah dan memiliki keluarga, tidak banyak pusing dengan hal-hal yang neko-neko, tidak perlu sok idealis, beribadah selayaknya orang banyak, tidak perlu berlagak mencari tahu tentang makna keyakinan, apakah benar keyakinan yang diturunkan oleh prang tua…

kehidupan yang dulu gue cibirkan, sekolah-kerja-cari cwek-menikah-punya anak-tunggu mati, yang terkesan membosankan, ternyata malah jadi hidup yang gue inginkan saat ini…
Hidup yang tidak membuat pusing dan bingung, simple dan mudah…tidak membuat merasa sendiri padahal memiliki banyak teman dan kawan.
Tapi apakah itu hidup yang diharapkan sang Pencipta…
Entahlah, sok tahu sekali, mencari tujuan hidup hakiki, dengan kemampuan dan pengetahuan yang sangat-sangat terbatas dan sedikit ini…

Andai gue gak penasaran akan keyakinan dan agama, mungkin gue gak akan begini, kenapa gue harus penasaran, yang membuat diri gue ini selalu mencari seorang diri, mendatangi komunitas-komunitas rohani, padahal tidak tahu apa yang dicari, dan akhirnya mandapati sebuah lingkungan yang membuat gue banyak membeli buku, membuat gue selalu ingin belajar. Padahal lingkungan tersebut jauh dari rumah. Bahkan kenapa ketika sudah mendapati lingkungan yang baru tersebut, kehausan gue sepertinya malah bertambah, haus mencari lagi, mencari sesuatu yang malah membuat menambah rasa penasaran dan keingintahuan…

Bingung, apakah semuanya ini berkah ataukah hal yang salah,
entahlah, tidak tahu sampai kapan semua ini akan mendapatkan jawabannya, kapan diri ini tidak lagi gundah…
Tidak ngerti deh, kenapa ilmu ini malah tidak membuat puas, sepertinya selalu kurang dan kurang, padahal untuk apa jika mendapat lebih banyak lagi, ilmu yang diri gue tidak bisa menjalaninya apalagi amalkan kepada orang lain…
Ilmu yang akhirnya menjadi sia-sia tiada bermakna, pastinya bukan karena ilmunya tapi karena diri ini yang bodoh dan hina…

aahhhh… gak tahu deh, sampai kapan, Gak Jelas, murni tulisan ngelantur…

Orang tanpa arah

Orang tanpa arah

Cinta dalam pandangan Imam Ali as

Cinta kepada Allah itu bagaikan api
apapun yang dilewatinya akan terbakar…

Cinta kepada Allah itu bagaikan cahaya
apapun yang dikenainya akan bersinar…

Cinta kepada Allah itu bagaikan langit
apapun yang ada di bawahnya akan ditutupnya…

Cinta kepada Allah itu bagaikan angin
apapun yang ditiupnya akan digerakkannya…

Cinta kepada Allah itu bagaikan air
dengannya Allah menghidupkan segalanya…

Cinta kepada Allah itu bagaikan bumi
dari situ Allah menumbuhkan semuanya…

Tiga Puluh Tahun Kembalinya Khomeini Dirayakan Iran

Teheran (ANTARA News) – Iran pada Sabtu merayakan 30 tahun kembalinya bapak revolusi Iran Ayatullah Ruhollah Khomeini dari pengasingan untuk memimpin revolusi Islam.

Penggantinya, Ayatollah Ali Khamenei, bersama dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan kabinetnya serta para komandan militer berkumpul di pusara Khomeini di bagian selatan Teheran untuk merayakan peringatan tersebut.

Mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani menyampaikan pidato dalam acara itu, di mana ratusan personel militer dan kepolisian juga mempertunjukkan atraksi mereka.

Setiap tahun, untuk menandai kemenangan Khomeini setelah 15 tahun di pengasingan itu, seluruh sekolah, kereta api dan perahu-perahu membunyikan lonceng mereka tepat pukul 9:33, momen ketika pesawat Khomeini menyentuh tanah pada 1 Februari 1979.

Negara itu melangsungkan perayaan selama 10 hari menandai 30 tahun jatuhnya Shah Iran, yang memerintah Iran hampir empat dekade, namun ia terbang meninggalkan Iran dua pekan sebelum tibanya Khomeini.

“Revolusi Islam merupakan hasil dari pengorbanan yang dibuat oleh para mujahid,” tulis sebuah spanduk, mengutip sepotong kalimat pidato terkenal Khomeini.

“Kita akan tetap mengawal warisan agung dan nilai-nilai prinsip Iman Khomeini tersebut,” janji Iman Khameini, mengutip mentornya, yang wafat pada 1989.

Kelompok garis keras milisi Basij pada Jumat menyuci kubur Khomeini dengan air mawar — suatu kebiasaan warga Iran untuk menghormati orang yang telah telah meninggal.

Kubur Khomeini tersebut belakangan ini dipenuhi dengan bunga, televisi setempat melaporkan.

Acara peringatan tahun ini dirayakan empat bulan menjelang pemilihan presiden iran, di mana Ahmadinejad juga ingin mencalonkan diri lagi untuk masa bakti empat tahun ke depan.

Imam Khomeini tiba di Teheran pada 1 Februari, namun hari kembalinya itu diperingati pada 31 Januari pada tahun ini karena disesuaikan dengan tahun kabisat dalam kalender Iran.(*)

Sumber : Antara

DR.Chamran dan Cinta (Part 1)

love_heart

love2Cinta, sebuah kata yang menarik, lihat saja di beberapa forum, jika ada thread dengan judul Cinta atau yang berhubungan dengan cinta apakah itu baru jadian, pendekatan, pisah dan lain sebagainya, biasanya ramai dikunjungi dan juga banyak yang post di thread tersebut.

Umumnya permasalahan dari thread tersebut tidak jauh hanya berputar dipermasalahan cinta sepasang kekasih, cinta seorang pria dengan wanita, tidak lebih, jarang ada antara anak dan orang tua, apalagi antara sesama.

Jika melihat dari thread-thread tersebut, jika direnungkan, apakah itu cinta atau sebenarnya hasrat seksual yang dibaluti dengan kata cinta?rasa cinta yang muncul dikarenakan hal-hal yang bersifat materi, seperti umumnya adalah cantik atau tampannya seseorang, atau untuk wanita biasanya yang saya ketahui adalah bagaimana sang pria bisa berkomunikasi dengan baik dengannya, dari situlah rasa cinta akan muncul, sehingga sulit jika ditanya tuluskah cinta mereka, karena dasar mereka mencintai adalah hal-hal yang sulit untuk menjadi abadi, fisik akan menua, kepribadian bisa berubah tergantung kondisi lingkungan dan situasi yang sedang dilalui.

Jadi seperti apa cinta yang sebenarnya itu, yang tidak hanya berdasarkan hasrat semata?cinta yang bisa abadi. cinta yang bukan karena faktor-faktor semu yang bisa membuat seseorang kekasih berpaling ke lain hati, karena di atas langit masih ada langit.

Menarik dari sebuah kisah pahlawan bangsa Iran, seorang pejuang yang hidupnya selalu dalam peperangan, hingga tewasnya di medan perang.

Unik bahwa ada seorang pejuang yang memiliki sebuah kisah cinta yang bisa jadi pelajaran buat setiap orang yang sedasng jatuh cinta, cinta yang tulus, cinta yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, walau kehidupannya keras di medsan perang.

Umumnya kisah cinta datang dari para sastrawan dengan tokoh utama adalah seorang Pangerang, Raja atau Bangsawan, jika ada dari seorang pejuang atau prajurit, itupun hanya sebagai pemanis supaya kisahnya tidak monoton.

Tapi ternyata ada sebuah kisah seorang pejuang, dimana kisah cinta itu merupakan inti cerita, bukan sebagai pemanis seperti kisah biografi para pejuang, sekilas tidak ada yang menduga bahwa tokoh utama dari kisah cinta tersebut adalah orang besar bagi para pejuang, yang kematiannya bahkan ditangisi oleh manusia sebesar Ayatullah Ruhullah Al Musawi Al Khomeini, kisah cintanya bagaikan kisah sastra roman percintaan bukan kisah kehidupan seorang pejuang, tokoh revolusi dan pendiri gerakan perjuangan serta kemiliteran.

chamran2Beliau adalah Syahid DR. Mustafa Chamran, Menteri Pertahanan Republik Islam Iran yang pertama, pendiri gerakan Amal di Libanon ketika menjadi manusia buangan di Libanon, dan bidan bagi Pasdaran/Garda Revolusi Iran.

chamran61Kisah cinta beliau dengan istrinya sangat menarik, dari kisah perkenalan bahkan dari awal mengenal, sang istri yang melihat DR.Chamran sebagai manusia yang haus darah, menyukai peperangan, sehingga merasa tidak suka, menjadi seorang istri yang sangat mencintai DR.Chamran, dan rela tidak menikah sepeninggal beliau, walau DR. Chamran sudah mengijinkan bahkan mewasiatkan kepada sang istri untuk menikah kembali setelah sepeninggal beliau.

Perjuangan cinta yang tidak kalah dengan kisah-kisah novel, dimana keluarga sang istri yang tidak menyetujui hubungan mereka, khususnya sang ibu, karena DR.Chamran adalah seorang buangan dengan kehidupan yang tidak jelas, belum lagi banyak musuh yang menginkan kematiannya, namun DR.Chamran menanggapi semua itu dengan akhlaq yang baik, dan kesabaran serta ketulusan, sehingga Allah berkenan melunakkan hati keluarga sang istri, khususnya sang ibu, dimana sebagai anggota keluarga yang paling keras menentang, berubah menjadi sangat sayang kepada DR.Chamran.
chamran4

Cinta yang diajarkan oleh DR.Chamran bukanlah cinta yang egois, cinta demi kebahagiaan pribadi, tapi cinta yang tulus dan ikhlas. Cinta yang membawa yang dicintai pada jalan kebaikkan, cinta yang membuat sang kekasih menjadi kuat, tangguh dan memiliki rasa sosial, rasa kemanusiaan, cinta yang mengajarkan keberanian dalam berjuang, cinta yang mengajarkan kepada sang kekasih kemuliaan sebagai manusia, cinta yang memerintahkan mempertahankan kehormatan, dan cinta yang mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan khususnya mengajarkan ketaatan akan agama, mengajarkan untuk mencari ridho Ilahi. Tiada pernah takut akan kehilangan sang kekasih, apalagi cemburu buta dan possesive. Karena dia tahu cintanya yang tulus akan selalu memperhatikan dan mengawasi sang kekasih, dsan akan selalu mengingatkan sang kekasih kepadanya.
chamran5

Bukan cinta yang hanya mengumbar hasrat semata, cinta yang egois, cinta yang ambisius, dan segala yang sebenarnya merugikan buat diri sendiri dan yang dikasihi, dan cinta yang tiada bermanfaat, baik bagi diri sendiri, bagi sang kekasih apalagi bagi orang lain. Bukan, itu bukan cinta bagi DR.Chamran.

chamran3

Pasangan

angsaBeberapa bukan yang lalu gue dikenalkan oleh seorang wanita di majlis(walau secara tidak langsung). Perkenalannya pun juga termasuk lucu buat gue, jadi awalnya gue kenal dengan seseorang jamaah majlis di daerah Kebayoran Baru, beberapa kali kita sempat ngobrol bareng setelah acara selesai. Kemarin pada hari Kamis malam Jumat kembali kita ngobrol-ngobrol sambil ngerokok setelah menyatap hidangan(cowok ini salah satu dari sedikit sekali perokok di majlis tersebut, karena bagi perokok sangat nikmat merokok setelah makan).

Dari berbagi informasi kegiatan yang diadakan yayasan dan majlis lainnya, gue beritahu ada acara Khaul Sayiddah Fatimah Az Zahra a.s, lucunya dia minta gue mengirimkan sms, awalnya gue kira sms ke nomor dia tapi ternyata nomor yang gue kirim sms tersebut adalah milik adiknya yang berjenis kelamin wanita (biar jelas), dan yang gue rada curiga sich adiknya hadir pada malam itu (sepertinya adiknya  itu aktif juga sich meghadiri acara-acara di majlis tersebut) dan kita sempat berjumpa walau sesaat walau tidak sempat berkomunikasi (karena ketemunya saat dia mau pulang, dan yang gue menyesal banget tidak bisa jelas melihat wajahnya hehehehe… maklum masih belajar jadi cowok baik sich jadi masih suka melihat fisik wanita hehehehe…).

Esoknya iseng sms pura2 aja lupa nomor siapa, kemudian kita kenalan, dan beberapa kali telpon serta sms dan janjian untuk jalan di hari sabtu setelah dia pulang dari majlis fikih gue pulang kerja.

Hari sabtu yang dijanjikan, ketemulah kita di mall daerah Jakarta Selatan, mall yang cukup terkenal di Jakarta, dan dia gue ajak untuk nonton dan makan (walau makan dia yang bayar hahahahaha….), pulangnya gue kambuh alerginya, emank sih dari pagi juga sebenarnya udah pilek, tapi karena janji ya udah dipaksa sekalian penasaran mau lihat dia kalau secara dekat hehehehe….
Rupanya dia manis juga, pantas dia cerita kalau mantannya masih mau kembali manjdai calon pasangannya.

Entahlah sejak saat itu gue jadi segan dengan dia, ada perasaan gue tidak layak buat dia, bahkan mungkin buat wanita di seluruh dunia, bukan hanya untuk dia. Apalagi dia, yang keluarganya sangat baik, rajin mengikuti majlis doa dan ilmu, luas pergaulannya, serta punya kepeduliaan yang sangat tinggi akan saudara-saudara sesama muslim, walau ada perbedaan, seperti kemarin sabtu, hampir sekeluarga mereka turut serta dsalam aksi mengecam tindakan biadab Zionist Militer di kedubes Amerika dan PBB.

Dan ternyata memang dia wanita yang menarik, teman semajlis gue, yang aktivis dan punya keahlian yang berguna, ternyata menyukai dia, mungkin dia lebih layak buat wanita itu daripada gue.

Entahlah, apakah ini yang dinamakan minder atau inferior, tidak percaya diri, tapi gue juga punya sih alasan2 yang membuat gue sedikit menjauh. Yang pasti dia wanita yang baik dan layak mendapatkan pria yang baik, sedangkan diri gue hanya orang yang baru belajar baik, entah kapan jadi orang baik.

Belum lagi keyakinan gue yang masih kurang mantap, masih berani melakukan hal2 yang bukan saja tidak disukai Tuhan tapi juga yang dilarang oleh Tuhan. Masih suka terlena akan dunia, masih menghayal akan materi, masih berasa berat ke tempat2 yang diridhoi Tuhan.

Dan sekarang wanita itu juga sedikit berubah jik bertemu, tidak lagi seperti awal kita bertemu, mungkin dia juga udah bisa menilai gue yang sesungguhnya.

Mudah2an wanita itu bertemu dengan seorang pria terhormat, bukan seorang yang tidak jelas kayak gue, yang klw direnungin hanya seorang pecundang. Seorang pria yg bisa membimbing dia ke arah kebaikkan, menjadi Imam buat dia dalam kehidupan.

Capek ah, bingung apa lagi yang mau ditulis mengenai hal ini, walau kyknya banyak jk diceritakan dengan lisan bukan dgn tulisan, salah satu kekurangan gue, terlalu banyak omong bukan banyak menulis. Tapi kapan2 gue mau belajar kagi menulis, walau itu kisah2 gue aja, klw gak ya copas dari blog atau web lain.
Nyambung gak ya, judul ama isinya, tahu ah, bukan pelajaran Bahasa ini…
Udah ah….

Jalur Gaza…..

Setiap hari hanya bisa menyaksikan bertambahnya korban jiwa di Jalur Gaza,

entahlah selain megumpukan dana dan melakukan aksi demontrasi mengutuk Zionist Israel

apalagi yg bisa gue perbuat?

sampai kapan hal tersebut akan berakhir?

namun jika kembali melihat sejarah para pejuang di seluruh dunia melawan penindasan dan kezaliman, serta merebut kembali kehormatan yg dirampas, memang membutuhkan waktu panjang dan melelahkan.

Apakah Gaza adalah ujian Tuhan ataukah bencana dari Tuhan, semoga Gaza adalah ujian, dimana Tuhan ingin menunjukkan kepada para malaikatnya mengenai hamba-hambanya yg ikhlas dan tetap bersujud kepada Nya walau bencana menimpa mereka.

Jadi teringat, ketika gue bertanya apakah ujian itu kepada guru gue, dan beliau berkata ujian itu Allah berikan kepada hamba Nya karena sang hamba membutuhkannya, supaya menjadi kuat dan tidak cengeng.

Klw dipikir memang benar kata guru gue, dan mungkinkah sebuah kemuliaan tanpa ada ujian sebelumnya, sebuah kehormatan tanpa pengorbanan

Jadi bertanya sendiri ada kah ujian yg telah Allah berikan kpd gue?

Jadi sedih dgn diri sendiri, akankah gue tetap tangguh seperti mereka di Gaza?ataukah gue akan berputus asa dan menjadi manusia yg hina?

Semoga para pejuang Palestina tetap bersabar dalam ujian yg mereka terima, dan mereka tidak menyerah dalam berkorban untuk meraih kemuliaan, kehormatan dan yang utama Ridho Ilahi, bukankah Syahadah adalah sebuah anugerah

Hampir 1000 nyawa telah melayang, tapi seperti kata William Wallace “They can take our Live, but they never take our freedoom” atau lirik lagu WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) oleh Michael Heart

“We will not go down,
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight”

Tp yg mulia adalah para Rakyat Palestina di Gaza menyahuti panggilan Imam Hussein a.s di padang Karbala utk melawan para penindas dan tiran dan anti hina dihadapan manusia zalim.

Labayk ya Aba Abdillah

Cinta sejati menurut gue…

Cinta sejati menurut gue

Cinta yg tidak hanya berdasarkan hasrat (bukan cuma hasrat seksual tp hasrat lainnya) aja

Cinta yg melihat sebuah ujian adalah madu
pengorbanan adalah kemuliaan
tdk mudah mundur ketika berhadapan dgn aral melintang
tdk putus asa ketika cobaan mendera
yg tidak egois yg cuma demi kebahagiaan diri sendiri
yg menginginkan yg dicintai mendapatkan kebaikkan dan manfaat bukan cuma senang2 aja
namun tetap dgn cara yg baik dlm menggapai Cinta yg penuh ujian dan cobaan tsb
tdk main ML spy bunting terus yg akhirnya dgn terpaksa direstui keluarga apalagi kimpoi lari capek lari2

Cinta yang dasarnya Tuhan dia mencinta, jd dia sadar bahwa ujian, cobaan dan aral melintang yg dia lalui adalah tanda bukti kasih sayang Tuhan ke dia, spy dia menunjukkan kebenaran akan Cintanya kpd si kekasih, dan spy orang lain tahu bahwa dia memang mencintai si kekasih dgn tulus.

Dan Cinta yg tidak menjadikan orang cengeng, tp dari cengeng menjadi kuat, namun tidak arogan dan sombong ketika berhasil dlm ujian dan melalui semua cobaan dan aral melintang tersebut.

Semuakan harus diuji spy terlihat kebenaran dan kesungguhannya, apalagi Cinta, spy terlihat bukan hanya cinta dimulut saja .

Cinta yg tidak akan pernah mati wlw pasangan tsb sudah tiada lagi didunia ini
krn kisah mereka terus hidup pd diri manusia setelahnya, dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Minimal pada anak cucu mereka.

Krisis Ekonomi awal kehancuran Kapitalisme

Krisis di pasar keuangan telah menyeret sistem finansial dan ekonomi dunia menuju situasi baru. Situasi yang tak mungkin bisa menariknya kembali ke belakang dan meniscayakan perlunya perubahan dalam sistem keuangan dunia. Sejumlah pemimpin Eropa bahkan telah mengumumkan berita kematian era kapitalisme. Para politisi dan pakar ekonomi yang paling liberalis sekalipun memfatwakan bahwa pemerintah mesti campur tangan mengatasi krisis keuangan.

Presiden Perancis dari kubu sayap kanan, Nicholas Sarkozy, kini tidak hanya getol mengkampanyekan perlunya intervensi pemerintah terhadap dunia perbankan dan lembaga keuangan di dalam negerinya, tapi juga di negara-negara lain. Padahal selama ini, partai-partai sayap kanan selalu menyuarakan konsep pemerintahan minimalis dengan peran yang seminim mungkin di pasar.

Munculnya krisis keuangan di AS dan menjalarnya krisis tersebut ke pasar keuangan global benar-benar mengguncang pondasi sistem ekonomi kapitalisme. Desakan Nicolas Sarkozy dan Uni Eropa untuk mengkaji ulang struktur sistem keuangan dunia sejatinya merupakan sebentuk ikhtiar untuk mencegah tumbangnya perekonomian Barat. Namun sampai kini, puak-puak ekonomi liberal masih terlibat dalam selisih pendapat yang tajam soal cara perubahan sistem keuangan dunia. AS yang sedang didera oleh krisis malah menyambut dingin usulan Uni Eropa tersebut. Presiden AS, George Bush masih optimis paket penyelamatan ekonomi yang digulirkan Washington akan berdampak positif dalam mengontrol krisis keuangan. Pada tahap pertama, pemerintahan Bush mengusulkan anggaran 700 miliar USD untuk menyelematkan bank-bank yang bangkrut atau nyaris gulung tikar kepada Kongres. Setelah ketahuan bahwa suntikan dana tersebut tak cukup untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pasar uang, Presiden Bush kembali meminta tambahan dana penyelematan sebesar 250 miliar USD.

Sejatinya, penolakan Bush terhadap usulan Eropa yang mendesak peninjauan ulang atas sistem keuangan global berakar dari sikap Gedung Putih yang tidak menerima bahwa masa kedigdayaan ekonomi AS pasca Perang Dunia II telah berakhir. Hal itu sempat dinyatakan secara tersirat oleh Nicolas Sarkozy dan Gordon Brown yang selama ini dikenal begitu dekat dengan Washington. Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dalam artikelnya di koran Washington Post mengungkapkan bahwa era kepemimpinan lembaga-lembaga finansial pasca Perang Dunia II sudah kadaluwarsa. Begitu juga dengan Sarkozy, presiden Perancis ini menyatakan aturan dan institusi abad ke-20 tidak bisa lagi menangani problema abad ke-21. Untuk memahami lebih jauh pernyataan dua pemimpin Eropa ini kita mesti merujuk pada situasi dunia pasca Perang Dunia II serta beragam aturan dan lembaga yang dibentuk untuk memperbaiki kondisi pasca perang. Aturan dan lembaga-lembaga internasional itu dibangun berdasarkan pemikiran ekonomi liberal.

Pada tahun 1944 di saat Perang Dunia II masih berkecamuk, para pemimpin dari 44 negara anggota sekutu berkumpul di kota New Hampsire. Pertemuan ini menghasilkan sebuah kesepakatan yang disebut dengan Perjanjian Bretton Wood. Perjanjian ini menjadi landasan dasar sistem finansial dan moneter dunia pasca Perang Dunia II. Dana Moneter Internasional (IMF) sendiri terlahir berkat perjanjian tersebut. Perjanjian Bretton Wood sejatinya merupakan model ekonomi kapitalis bagi negara-negara lain sebagai tandingan dari sistem ekonomi sosialis. Indikator yang digunakan oleh Bank Dunia dan IMF untuk memberikan utang kepada negara-negara dunia, ditetapkan berdasarkan tolak ukur sistem kapitalisme. Tentu saja, negara-negara yang ingin memperoleh utang dari lembaga internasional ini mesti menyesuaikan kebijakan ekonominya sesuai dengan standar ekonomi kapitalis. Hal itulah yang membuat negara-negara lain menjadi begitu bergantung dengan AS dan Barat, baik dari sisi ekonomi maupun politik.

Pasca runtuhnnya Uni Soviet dan berakhirnya Perang Dingin, liberalisme Barat mendapuk dirinya sebagai pemenang perang. Teoritikus AS, Francis Fukuyama bahkan menyebut kemenangan liberalisme sebagai akhir sejarah. Sementaara itu, sebelum runtuhnya Uni Soviet, Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran dalam suratnya kepada pemimpin terakhir Uni Soviet di masa itu, Mikhail Gorbachev, memprediksikan tentang runtuhnya ideologi sosialisme dan memperingatkan Moskow agar tidak terperosok ke dalam sistem kapitalisme dalam menyelamatkan krisis ekonomi dan politik Uni Soviet. Imam Khomeini dalam suratnya itu memaparkan bahwa sistem kapitalisme pun nantinya akan menemui masalah berat sebagaimana yang menimpa sosialisme dan hanya bentuknya saja yang berbeda. Prediksi Imam Khomeini mengenai tumbangnya blok komunis pun menjadi nyata. Dan kini, tanda-tanda kehancuran sistem kapitalisme liberal pun makin sudah tampak di depan mata.

Krisis finansial di Barat baru-baru ini sepertinya terlihat sebagai imbas dari krisis di pasar properti di AS dan bangkrutnya bank-bank besar di negara ini. Namun dengan terus berlanjutnya krisis tersebut, hal itu menunjukkan bahwa krisis di pasar properti AS sejatinya merupakan dampak dari kerakusan dan ketimpangan yang terjadi dalam ekonomi kapitalis. Ekonomi kapitalis dibangun berdasarkan konsumerisme masif. Sistem tersebut hanya bisa langgeng selama budaya konsumerisme pun bisa berkembang pesat. Dan dewasa ini, AS dikenal sebagai simbol masyarakat konsumeris di dunia Barat. Masyarakat konsumeris akan tumbuh pesat di suatu tempat yang juga menjadi pusat penumpukan modal. Mayoritas masyarakat dunia pun harus hidup dalam kemiskinan dan kelaparan supaya masyarakat AS bisa mengkonsumsi apapun yang mereka inginkan.

Politik imperialis Amerika Serikat di dunia juga berlandaskan pada kepentingan sekelompok orang saja. Dalam sistem kapitalis, masalah profitisme merupakan prioritas utama dan lebih penting dari apapun. Adapun faktor di balik krisis properti di Amerika yang kemudian menjalar ke negara lain adalah ketamakan bank dan lembaga finansial Negeri Paman Sam itu. Ketika pasar properti memasuki pasar bursa, harga properti ikut melonjak dan diikuti dengan pemberian kredit tanpa jaminan yang kuat. Ketika para kreditor tidak mampu membayar cicilan rumah mereka, maka pihak bank pun dilanda krisis dana likuid dan akhirnya terpaksa gulung tikar. Seorang ekonom Amerika dalam hal ini mengatakan, penyebab krisis ini hanya satu yaitu ketamakan dan kerakusan yang sudah terlalu berlebihan.

Negara-negara Eropa memahami masalah ini lebih cepat dari Amerika bahwa sistem kapitalis perlu ditinjau kembali dan berlanjutnya sistem yang ada saat ini akan sangat membahayakan. Resesi ekonomi inilah yang kemudian melatarbelakangi upaya sejumlah negara Barat untuk mengubah program dan kebijakan mereka. Kelompok-kelompok sayap kanan akhirnya ikut terjun ke program-program sosialis, padahal sebelumnya kelompok tersebut menentang paham ini.

Sumber : indonesian.irib.ir

PRINCESS FATHIMAH AZZAHRA AS

Suatu hari Rasulullah saaw. datang menemui Fathimah as. Ketika itu sang putri mengenakan pakaian dari bulu unta, tangannya sibuk menggiling gandum sementara ia pun menggendong putranya. Air mata sang ayah pun tidak bisa terbendung melihat keadaan putri tercintanya. Rasulullah saaw. berkata lirih : Wahai putriku engkau telah menanggung pahitnya dunia demi manisnya akherat. Sang putripun sambil tersenyum (agung) berkata : wahai utusan Allah, alhamdulillah atas segala kenikmatan Allah dan aku bersyukur atas segala kebaikanNya. Karena Dia telah berfirman: “ Dan TuhanMu pasti akan memberikannya kepadamu dan kamupun akan ridha”

Fathimah as. adalah putri yang sangat di sayangi nabi. Wajah serta sifatnya mirip dengan sang ayah. Ia mendapat bimbingan langsung dari ayah penghulu para nabi yang menjadikanya tumbuh menjadi seorang wanita sempurna. Selain parasnya yang cantik Ia juga memiliki kepribadian yang agung. Akhlak yang mulia, berbudi tinggi, santun dalam bertutur kata, sopan, jujur, penyabar, pandai mejaga diri dan taat beribadah. Walau Fathimah as. adalah putri seorang nabi, ia tidak pernah memanfaatkan kedudukan ayahnya. Ia wanita sederhana, rajin dan sangat berbakti kepada ayahnya. Sepeninggal isrtinya Khadijah, dalam waktu cukup panjang Nabi larut dalam kesedihan. Akan tetapi Fathimah as. mampu mengisi kekosongan sang ibu. Ia bak seorang ibu, mencurahkan semua perhatiannya kepada sang ayah. Ia dengan sabar dan telaten merawat sang ayah, membersihkan tubuh nabi dari kotoran yang dilemparkan musuh-musuh islam, ia pun selalu merawat luka sang ayah, membasuh darah dari luka akibat perang serta menghibur tatkala sang ayah sedih.Fathimah as. adalah satu-satunya putri Nabi saw. Dan kautsar ( pemberian yang besar ) abadi yang di anugrahkan Tuhan (
surat al-kautsar ). Dalam umurnya yang tidak panjnag ( 18 tahun ) ia mampu meraih kesempurnaan iman, kedudukan maknawi dan kepribadian yang unggul. Ia memiliki banyak laqob seperti azzahra (cahayanya yang dhahir dan yang bathin), albatul (tidak mengalami haid), , assiddiqah (ma’shum), arraadhiah wa almardhiah (ridha kepada Allah dan diridhai oleh-Nya), almubaarakah (memiliki keberkahan dalam ilmu, kesempurnaan, mu’jizaat dan anak-anaknya), azzaakiah (kelebihannya dalam kesempurnaan dan kebaikan), althaahirah (bersih dari segala kekurangan), al’aabidah (hamba yang taat), almuhaddatsah (berbicara dengan malaikat), kautsar ( pemberian yang besar ) ( Abu Ja’far Al-Thabari Al-Imammi, Dalalil Al-Imamah hal. 10 )dan lain-lain. Setiap julukan yang dimilikinya menunjukan keutamaan serta jelmaan dari kepribadian tinggi yang tiada tara. Karena ketinggian kedudukan yang dimilikinya, kecintaan dan kebenciannya adalah kecintaan serta kebencian Allah swt., ia memiliki kedudukan syafaat di akherat, ia adalah orang pertama yang akan masuk surga dan surga pun merindukan kehadirannya. Ketika umur Fathimah as. sudah menginjak dewasa, banyak di kalangan para sahabat yang mencoba untuk menyuntingnya, akan tetapi hanya Ali as. yang beruntung. Rasulullah saw. Menyetujui pasangan ini, upacara pernikahan pun diselenggarakan dengan sederhana namum penuh khidmat. Lain halnya dengan apa yang terjadi di langit keempat. Upacara pernikahan kedua kekasih Allah ini diselenggarakan dengan penuh kemeriahan. Perayaan yang dihadiri oleh para malaikat dengan khutbah yang disampaikan oleh malaikat Rabil, malaikat yang memiliki kefasihan dan keindahan dalam tutur kata. Acarapun di akhiri dengan sambutan malaikat Jibril as. yang membawakan firman Tuhannya : “Alhamdu adalah pujian-Ku, keagungan adalah kebesaran-Ku, segala maklhluk adalah hamba-Ku, Aku nikahkan Fathimah hamba-Ku dengan Ali pilihan-ku, saksikanlah wahai para malaikat” . Sementara di bumi Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh aku adalah manusia seperti kalian, menikah di tengah kalian dan menikhakan kalian, kecuali Fathimah yang pernikahannya turun ( diselenggarakan ) di langit.

Mereka pun hidup bahagia. Di mata Ali as. Fathimah as. adalah sosok istri yang ideal dan sempurna. Mereka menjalani bahtera rumah tangga selama sembilan tahun dan berbuahkan dua orang putra ( Hasan dan Husein ) serta dua putri ( Zainab dan Ummu Kultsum ). Dan seorang putra yang belum sempat terlahir, bernama Muhsin yang meninggal dalam rahim sang ibu.

Keluarga yang indah yang dihiasi oleh cinta dan diikat oleh ketulusan. Fathimah as. selalu setia kepada sang suami baik dalam suka maupun duka. ia tidak pernah menuntut banyak dari Ali as. kehidupan yang sederhana tidak membuat kecintaan diantara mereka menjadi pudar. Keindahan itupun semakin sempurna dengan datangnya putra putri yang shaleh, putra putri buah hati yang lahir dari pasangan suci.

Fathimah as. selalu menemani Ali as. dan siap siaga membantu serta berkhidmat kepada suami tercinta. Di mata Fathimah as. keadaan terdekat seorang istri dengan Tuhan adalah ketika ia berkhidmat kepada suaminya. Dalam salah satu ucapannya Fathimah as. berkata : “keadaan terdekat seorang istri dengan Allah Ta’ala adalah ketika ia memberikan secangkir air kepada suaminya”. Ia menjalankan semua tugas-tugas rumah tangganya dengan rulus dan ikhlas.

Selain itu fathimah as. adalah seorang hamba yang paling taat kepada Allah swt. Seperti yang di nukil oleh Hasan Bashri, ia berkata : “Tidak ada di dunia ini yang paling banyak ibadahnya selian Fathimah as. ia melakukan shalat hingga telapak kakinya membengkak” (Al-Bihar jilid 43 hal. 76 ). Ia juga seorang wanita yang peduli terhadap keadaan ummat. Ia tempil ke muka ketika ia menyaksikan penyimpangan social yang terjadi dikalangan masyarakat. Seperti apa yang terjadi sepeninggal ayahnya, dimana para sahabat sibuk memperbutkan kedudukan dan kepemimpinan sehingga melupakan wasiat-wasiat Nabi saw. Fathimah as. pun bangkit dan pergi menuju masjid, dihadapan kaum muhajirin dan anshar ia menyampaikan khutbahnya dengan tegas yang terkenal dengan ‘khutbah Fadakiah’.

Sepeninggal ayahnya Fathimah as. mengalami penderitaan dan musibah, gangguan fisik dan ruh membuatnya mengalami sakit yang berkepanjangan. Masa-masa pahit ini Ia jalani selama 75 hari. Wanita agung ini mengalami sakit dan lama-kelamaan badannya semakin lemah dan akhirnya pada tanggal 13 jumadil ula ( 3 jumadil ats-stani tahun ke-3 hijriah pada umur 18 tahun Ia pun meninggalkan dunia fana ini.) sesuai wasiat yang Ia sampaikan, Ia dikuburkan pada malam hari dan secara rahasia. Sehingga tidak ada satu pun yang mengetahui dimana tempat kuburannya.

Ketika Fathimah as. sakit parah , Fathimah as. mengundang Ummu Aiman dan Asma binti Umais. Mereka pun masuk ke ruangan sementara Ali as. sedang duduk disampingnya. Fathimah as. berseru kepada Ali as : Wahai anak pamanku sesungguhnya hidupku sudah menemui akhir, Aku tidak ragu lagi bahwa sebentar lagi Aku akan segera menyusul ayahku, ada yang hendak aku wasiatkan kepdamu tentang apa yang ada didalam hatiku. Ali as pun berkata : Sampaikanlah apa yang engkau kehendaki Wahai putri Rasulullah saww. Ali as pun duduk dekat kepala Fathimah as. lalu Fathimah as. berkata: Wahai putra pamanku aku tidak pernah mengingkari janjiku padamu, tidak pernah berkhianat kepadamu, dan tidak pernah menentangmu selama aku hidup bersamamu. Ali as pun lantas berkata : A’udzubillah! Engkau orang yang paling mengetahui Allah swt, paling baik, paling bertaqwa, paling takut kepada Allah swt, mustahil engkau untuk berbuat itu. Sungguh aku sangat sedih karena perpisahan dan kehilangan dirimu, akan tetapi hal itu merupakan ketentuan Allah swt. Dan Allah swt pun melipat gandakan kesidihanku setelah kehilangan Rasulullah saww dan kini akupun harus kehilangan dirimu. Sesungguhnya semua dari Allah swt dan akan kembali kepadaNya. Sungguh ini adalah musibah yang paling besar yang pernah aku alami.

Yang hadir pun tidak kuasa menahan tangis melihat keadaan seperti itu. Ali as meletakkan kepala Fathimah didadanya seraya berkata: sampaikanlah apa yang ingin engkau wasiatkan maka aku siap melakukan semua yang engkau perintahkan kepadaku. Fathimah as pun berkata : semoga Allah swt memberimu balasan yang besar Wahai anak pamanku aku berwasiat kepadamu setelahku hendaklah kamu menikah dengan saudariku, karena dia dimata ayahku seperti putrinya sendiri. Dan seorang laki-laki hendaklah ia memiliki seorang istri. Lalu Fathimah berwasiat agar penguburannya dirahasiakan, hal itu karena perlakuan ummat ayahnya terhadapnya.

Zahra

Dinukil dari : iwans.wordpress.com

Sang Juara

Pada final pertandingan lomba mobil balap mainan, yang diikuti oleh 4 finalis. Semua mobil hasil buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak yang bernama Andrie. Mobilnya tidak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 finalis. Dibandingkan para finalis lainnya, mobil Andrie yang paling tidak sempurna. Beberapa penonton menyangsikan kekuatan mobil Andrie untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Memang, mobil itu tidak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tidak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan peserta lainnya. Namun Andrie bangga dengan semua itu, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka sekencang-kencangnya. Disetiap jalur lintasan telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun sesaat kemudian, Andrie meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat kamit seperti sedang berdoa dengan matanya terpejam. Semenit kemudian ia berkata, “Ya, aku siap!”.

Pertandingan dimulai, semua mobil meluncur dengan cepat. Sang pemenang harus yang pertama sampai pada lintasan finish. Dan Andrie lah pemenangnya. Semuanya senang, begitu juga Andrie. Ia berucap, dan berkomat kamit kembali dalam hati “Terima kasih.”

Saat pembagian piala tiba. Andrie maju kedepan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?.” Andrie terdiam. “Bukan pak, bukan itu yang aku panjatkan” ujar Andrie.

Sepertinya, tidak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tidak menangis, jika kalah”. Semua hadirin terdiam mendengarnya. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang membahana.