DOA….

Imam Ali Berdoa

Ya Illahi,
Engkau selalu mengabulkan doa
tapi terkadang hambamu yg bodoh ini
tidak tahu, bahwa doa telah terkabul
bukan dengan langsung memberi apa yg dipinta
namun dgn sesuatu yg dibutuhkan utk mencapai tujuan

Doa Seorang Ayah Untuk Anaknya

TUHANKU !
Bentuklah putraku menjadi manusia yang kuat.
Agar menjadi pemberani manakala dirinya lemah.
Menghadapi dirinya sendiri manakala dia dalam keadaan takut.
Jadikan dia manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan.
Jujur dan rendah hati serta berbudi halus ketika dalam kemenangan.
Bentuklah putraku menjadi manusia yang semangatnya tak pernah mati.
Putra yang selalu mengingat Engkau dan mengenali dirinya.

TUHANKU !
Aku mohon agar putraku dipimpin dalam jalan yang tidak mudah dan lunak.
Tetapi dibawah tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan.
Didiklah putraku supaya tetap teguh ditimpa badai dan mampu melimpahkan cinta bagi mereka yang gagal.
Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhati bening, yang cita-citanya tinggi, putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
Putra yang mampu menjangkau masa depan, tetapi tidak melupakan masa lalunya ketika menggapainya.
Aku juga mohon, jadikan pula putraku seorang yang jenaka agar dalam kesungguhan ia tetap ceria.

TUHANKU !
Berilah juga dia kerendahan hati agar selalu ingat kesederhanaan, kearifan, kelembutan dan kekuatan sejati.
Sehingga suatu saat, Aku, Ayahnya berani berkata : “ Hidupku tidaklah sia-sia“.

(Jend Douglas MacArthur-Panglima Pasukan Sekutu pada Perang Asia Pasifik WW2)

dad_and_baby[1]

Syair Farazdaq untuk yang tidak mengenal Imam Ali Zainal Abidin bin Hussein bin Ali bin AbuThalib

Dialah yang dikenal jejak langkahnya,
oleh butiran pasir yang dilaluinya.
Rumah Allah Ka’bah pun mengenalnya,
dan dataran tanah suci sekelilingnya.

Dialah putra insan termulia,
dari hamba Allah seluruhnya.
Dialah manusia hidup berhias takwa,
kesuciannya ditentukan oleh fitrahnya.

Di saat ia menunju Ka’bah,
bertawaf mencium Hajar jejak kakeknya.
Ruknul Hatim enggan melepaskan tangannya,
karena mengenal betapa ia tinggi nilainya.

Itulah Ali cucu Rasulullah,
cucu pemimpin segenap umat manusia.
Dengan agamanya manusia berbahagia,
dengan bimbingannya mencapai keridhaanNya.

Jika Anda belum mengenal dia,
dia itulah putra Fatimah.
Putri Nabi utusan Allah,
penutup para Rasul dan anbiya.

Pertanyaan Anda “Siapa dia?”
tidak merugikan keharuman namanya.
Arab dan ajam mengenal dia,
walau Anda hendak mengingkarinya.

Tidak pernah ia berucap “tidak”,
kecuali dalam ucapan syahadatnya.
Kalau bukan karena syahadatnya,
“Tidak”nya berubah menjadi “ya”.

Berasal dari keluarga mulia
Mencintainya fardhu dalam agama
Membencinya kufur dalam agama
Dekat padanya selamat dari marabahaya.

Yang mengenal Allah pasti mengenal dia
Yang mengenal dia mengenal keutamaannya
Yang bersumber pada lingkungan keluarganya
Tempat manusia bermandikan cahaya.

Perjalanan

Berjalan dibawah terik matahari
Tak terasa kaki ini telah jauh melangkah
melalui kerikil-kerikil tajam yang menyakiti
namun diri ini ternyata masih sangat lemah

Hati berasa goyah
badan terasa payah
jiwa merasa susah
salahkah jika saat ini aku pasrah

Ya Ilahi…
Maafkanlah diri ini
Tubuh tiada lagi mampu berdiri
Langkah kaki sepertinya telah terhenti

Walau tujuan masih jauh
namun rasa berat telah meliputi
terlalu berat jalan ini
begitu banyak bukit yang harus di daki

Aku tahu jalan terjal adalah jalan para Nabi dan Wali
Sedangkan aku hanyalah manusia biasa yang lemah dan tidak berdaya
Yang memiliki harapan yang sangat tinggi Menggapai cinta Mu yang Maha Agung dan Maha Mulia
Mampukah tetap bertahan dalam perih Dapatkah tujuan itu teraih

Entahlah,
hanya Engkau yang Maha Mengetahui
Ya, Illahi…padangpasir

Gak jelas… ngelantur ajalah…

Ternyata memiliki pengetahuan
kadang tidak menyenangkan
apalagi ilmu yang sang pemilik tidak dapat mengamalkan
yang suatu saat akan hilang karena tidak digunakan

Ilmu yang hanya membuat diri merasa sendiri
ditengah ramainya kehidupan
tidak ada arti
dan tiada masa depan…

Entahlah, tidak ada yang dapat diajak berdiskusi
untuk sekedar saling berbagi
membuatku tidak lagi dapat dipahami
bahkan oleh diri sendiri

Ketika banyak orang hanya melihat siapa yang berbicara
tanpa perduli apa yang dibicarakan
untuk apa lagi sebuah pengetahuan
ilmu yang materi tidak akan pernah didapatkan…

ilmu hanya digunakan untuk menghilangkan dahaga batin
tapi juga menambah beban jiwa
sungguh membuat prihatin
ketika hidup di dunia

Kenapa aku harus diberikan kesukaan akan membaca
kenapa jiwa ini selalu ingin mencari
tidak cukupkah ilmu ketika mendapat kerja
dan hanya belajar untuk mendapatkan materi

mungkin benar dari ucapan sang Nabi ini
“Ada 3 orang, kata Nabi, yang patut dikasihani, jangan dicela, jangan dikucilkan, hibur, rangkul, sebab mereka ini hidupnya telah amat terpukul. Pertama; Pimpinan yang jatuh hina. Kedua; Orang kaya yang jatuh miskin. Ketiga; Ulama atau ilmuwan yang hidupnya dipermainkan oleh orang-orang bodoh di sekitarnya.”

Aahh, terlalu menghayal, merasa diri seorang ilmuwan apalagi ulama.

Ulama adalah seseorang yang mempelajari agama dengan mendalam, dan biasanya mereka bersekolah di sekolah-sekolah khusus mempelajari agama, sedangkan gue, hanya sebentar mengenyam sekolah khusus agama, itupun sekedar hanya untuk menghabiskan waktu masa kecil, dan sekolah agama hanya seperti extrakulikuler. Tidak pernah fokus belajar ketika di sekolah agama, lebih menitik beratkan sekolah umum. Hanya sepertinya supaya tidak diasuh oleh babysister, sehingga lebih baik ketika sekolah dasar selesai, melanjutkan belajar, tidak dirumah sendirian, sangat berbahaya bagi seorang anak kecil sendiri dirumah bukan…

Ilmuwan, wah jauh bner predikat ini ditempelkan pada diri ini, diri yang bodoh, yang tidak tahu untuk apa semua buku-buku yang telah dibaca, lagipula berapa banyak buku yang telah dibaca…

Ternyata merasa diri termasuk dalam hadis tersebut, membuat tertawa, hayalan yang terlalu jauh dan naif…

hmmm…kenapa sepertinya hanya menghamburkan uang dengan sia-sia melihat buku-buku di lemari dan dikamar, yang bertumpuk kadang tidak karuan…

Kadang terpikir, berapa semua buku tersebut jika dijual…
Cukup menadapat ilmu seperti mereka yang disekitar gue aja
dengan mendengarkan ceramah jika ingin mengetahui sesuatu, atau ikut majlis, atau bertanya kepada yang bergelar ulama…

Teringat perkataan Imam Ali as, mengenai ilmu yang lebih utama daripada harta dunia, ketika beliau as ditanya 10 orang dengan pertanyaan yang sama. Tapi kenapa, akhir-akhir ini gue merasa ilmu yang gue miliki tidak memiliki keutamaan apapun. Tapi kadang terbersit, bukan ilmunya yang tidak memiliki keutamaan, tapi diri ini yang hina, sehingga walaupun memiliki buku-buku yang mungkin buat orang biasa cukup banyak, malah membuat buku-buku tersebut tidak berharga.

Banyak tahupun malah tidak mengenakkan, dianggap sok kritis ketika mengajukan sesuatu pertanyaan yang… entahlah, mungkin terlalu berlebihan buat orang seperti gue…

Aaahhh, melihat teman-teman dan orang-orang sekitar menjalani hidup, bekerja dengan baik, menikah dan memiliki keluarga, tidak banyak pusing dengan hal-hal yang neko-neko, tidak perlu sok idealis, beribadah selayaknya orang banyak, tidak perlu berlagak mencari tahu tentang makna keyakinan, apakah benar keyakinan yang diturunkan oleh prang tua…

kehidupan yang dulu gue cibirkan, sekolah-kerja-cari cwek-menikah-punya anak-tunggu mati, yang terkesan membosankan, ternyata malah jadi hidup yang gue inginkan saat ini…
Hidup yang tidak membuat pusing dan bingung, simple dan mudah…tidak membuat merasa sendiri padahal memiliki banyak teman dan kawan.
Tapi apakah itu hidup yang diharapkan sang Pencipta…
Entahlah, sok tahu sekali, mencari tujuan hidup hakiki, dengan kemampuan dan pengetahuan yang sangat-sangat terbatas dan sedikit ini…

Andai gue gak penasaran akan keyakinan dan agama, mungkin gue gak akan begini, kenapa gue harus penasaran, yang membuat diri gue ini selalu mencari seorang diri, mendatangi komunitas-komunitas rohani, padahal tidak tahu apa yang dicari, dan akhirnya mandapati sebuah lingkungan yang membuat gue banyak membeli buku, membuat gue selalu ingin belajar. Padahal lingkungan tersebut jauh dari rumah. Bahkan kenapa ketika sudah mendapati lingkungan yang baru tersebut, kehausan gue sepertinya malah bertambah, haus mencari lagi, mencari sesuatu yang malah membuat menambah rasa penasaran dan keingintahuan…

Bingung, apakah semuanya ini berkah ataukah hal yang salah,
entahlah, tidak tahu sampai kapan semua ini akan mendapatkan jawabannya, kapan diri ini tidak lagi gundah…
Tidak ngerti deh, kenapa ilmu ini malah tidak membuat puas, sepertinya selalu kurang dan kurang, padahal untuk apa jika mendapat lebih banyak lagi, ilmu yang diri gue tidak bisa menjalaninya apalagi amalkan kepada orang lain…
Ilmu yang akhirnya menjadi sia-sia tiada bermakna, pastinya bukan karena ilmunya tapi karena diri ini yang bodoh dan hina…

aahhhh… gak tahu deh, sampai kapan, Gak Jelas, murni tulisan ngelantur…

Orang tanpa arah

Orang tanpa arah

Cinta dalam pandangan Imam Ali as

Cinta kepada Allah itu bagaikan api
apapun yang dilewatinya akan terbakar…

Cinta kepada Allah itu bagaikan cahaya
apapun yang dikenainya akan bersinar…

Cinta kepada Allah itu bagaikan langit
apapun yang ada di bawahnya akan ditutupnya…

Cinta kepada Allah itu bagaikan angin
apapun yang ditiupnya akan digerakkannya…

Cinta kepada Allah itu bagaikan air
dengannya Allah menghidupkan segalanya…

Cinta kepada Allah itu bagaikan bumi
dari situ Allah menumbuhkan semuanya…

Tiga Puluh Tahun Kembalinya Khomeini Dirayakan Iran

Teheran (ANTARA News) – Iran pada Sabtu merayakan 30 tahun kembalinya bapak revolusi Iran Ayatullah Ruhollah Khomeini dari pengasingan untuk memimpin revolusi Islam.

Penggantinya, Ayatollah Ali Khamenei, bersama dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan kabinetnya serta para komandan militer berkumpul di pusara Khomeini di bagian selatan Teheran untuk merayakan peringatan tersebut.

Mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani menyampaikan pidato dalam acara itu, di mana ratusan personel militer dan kepolisian juga mempertunjukkan atraksi mereka.

Setiap tahun, untuk menandai kemenangan Khomeini setelah 15 tahun di pengasingan itu, seluruh sekolah, kereta api dan perahu-perahu membunyikan lonceng mereka tepat pukul 9:33, momen ketika pesawat Khomeini menyentuh tanah pada 1 Februari 1979.

Negara itu melangsungkan perayaan selama 10 hari menandai 30 tahun jatuhnya Shah Iran, yang memerintah Iran hampir empat dekade, namun ia terbang meninggalkan Iran dua pekan sebelum tibanya Khomeini.

“Revolusi Islam merupakan hasil dari pengorbanan yang dibuat oleh para mujahid,” tulis sebuah spanduk, mengutip sepotong kalimat pidato terkenal Khomeini.

“Kita akan tetap mengawal warisan agung dan nilai-nilai prinsip Iman Khomeini tersebut,” janji Iman Khameini, mengutip mentornya, yang wafat pada 1989.

Kelompok garis keras milisi Basij pada Jumat menyuci kubur Khomeini dengan air mawar — suatu kebiasaan warga Iran untuk menghormati orang yang telah telah meninggal.

Kubur Khomeini tersebut belakangan ini dipenuhi dengan bunga, televisi setempat melaporkan.

Acara peringatan tahun ini dirayakan empat bulan menjelang pemilihan presiden iran, di mana Ahmadinejad juga ingin mencalonkan diri lagi untuk masa bakti empat tahun ke depan.

Imam Khomeini tiba di Teheran pada 1 Februari, namun hari kembalinya itu diperingati pada 31 Januari pada tahun ini karena disesuaikan dengan tahun kabisat dalam kalender Iran.(*)

Sumber : Antara

DR.Chamran dan Cinta (Part 1)

love_heart

love2Cinta, sebuah kata yang menarik, lihat saja di beberapa forum, jika ada thread dengan judul Cinta atau yang berhubungan dengan cinta apakah itu baru jadian, pendekatan, pisah dan lain sebagainya, biasanya ramai dikunjungi dan juga banyak yang post di thread tersebut.

Umumnya permasalahan dari thread tersebut tidak jauh hanya berputar dipermasalahan cinta sepasang kekasih, cinta seorang pria dengan wanita, tidak lebih, jarang ada antara anak dan orang tua, apalagi antara sesama.

Jika melihat dari thread-thread tersebut, jika direnungkan, apakah itu cinta atau sebenarnya hasrat seksual yang dibaluti dengan kata cinta?rasa cinta yang muncul dikarenakan hal-hal yang bersifat materi, seperti umumnya adalah cantik atau tampannya seseorang, atau untuk wanita biasanya yang saya ketahui adalah bagaimana sang pria bisa berkomunikasi dengan baik dengannya, dari situlah rasa cinta akan muncul, sehingga sulit jika ditanya tuluskah cinta mereka, karena dasar mereka mencintai adalah hal-hal yang sulit untuk menjadi abadi, fisik akan menua, kepribadian bisa berubah tergantung kondisi lingkungan dan situasi yang sedang dilalui.

Jadi seperti apa cinta yang sebenarnya itu, yang tidak hanya berdasarkan hasrat semata?cinta yang bisa abadi. cinta yang bukan karena faktor-faktor semu yang bisa membuat seseorang kekasih berpaling ke lain hati, karena di atas langit masih ada langit.

Menarik dari sebuah kisah pahlawan bangsa Iran, seorang pejuang yang hidupnya selalu dalam peperangan, hingga tewasnya di medan perang.

Unik bahwa ada seorang pejuang yang memiliki sebuah kisah cinta yang bisa jadi pelajaran buat setiap orang yang sedasng jatuh cinta, cinta yang tulus, cinta yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, walau kehidupannya keras di medsan perang.

Umumnya kisah cinta datang dari para sastrawan dengan tokoh utama adalah seorang Pangerang, Raja atau Bangsawan, jika ada dari seorang pejuang atau prajurit, itupun hanya sebagai pemanis supaya kisahnya tidak monoton.

Tapi ternyata ada sebuah kisah seorang pejuang, dimana kisah cinta itu merupakan inti cerita, bukan sebagai pemanis seperti kisah biografi para pejuang, sekilas tidak ada yang menduga bahwa tokoh utama dari kisah cinta tersebut adalah orang besar bagi para pejuang, yang kematiannya bahkan ditangisi oleh manusia sebesar Ayatullah Ruhullah Al Musawi Al Khomeini, kisah cintanya bagaikan kisah sastra roman percintaan bukan kisah kehidupan seorang pejuang, tokoh revolusi dan pendiri gerakan perjuangan serta kemiliteran.

chamran2Beliau adalah Syahid DR. Mustafa Chamran, Menteri Pertahanan Republik Islam Iran yang pertama, pendiri gerakan Amal di Libanon ketika menjadi manusia buangan di Libanon, dan bidan bagi Pasdaran/Garda Revolusi Iran.

chamran61Kisah cinta beliau dengan istrinya sangat menarik, dari kisah perkenalan bahkan dari awal mengenal, sang istri yang melihat DR.Chamran sebagai manusia yang haus darah, menyukai peperangan, sehingga merasa tidak suka, menjadi seorang istri yang sangat mencintai DR.Chamran, dan rela tidak menikah sepeninggal beliau, walau DR. Chamran sudah mengijinkan bahkan mewasiatkan kepada sang istri untuk menikah kembali setelah sepeninggal beliau.

Perjuangan cinta yang tidak kalah dengan kisah-kisah novel, dimana keluarga sang istri yang tidak menyetujui hubungan mereka, khususnya sang ibu, karena DR.Chamran adalah seorang buangan dengan kehidupan yang tidak jelas, belum lagi banyak musuh yang menginkan kematiannya, namun DR.Chamran menanggapi semua itu dengan akhlaq yang baik, dan kesabaran serta ketulusan, sehingga Allah berkenan melunakkan hati keluarga sang istri, khususnya sang ibu, dimana sebagai anggota keluarga yang paling keras menentang, berubah menjadi sangat sayang kepada DR.Chamran.
chamran4

Cinta yang diajarkan oleh DR.Chamran bukanlah cinta yang egois, cinta demi kebahagiaan pribadi, tapi cinta yang tulus dan ikhlas. Cinta yang membawa yang dicintai pada jalan kebaikkan, cinta yang membuat sang kekasih menjadi kuat, tangguh dan memiliki rasa sosial, rasa kemanusiaan, cinta yang mengajarkan keberanian dalam berjuang, cinta yang mengajarkan kepada sang kekasih kemuliaan sebagai manusia, cinta yang memerintahkan mempertahankan kehormatan, dan cinta yang mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan khususnya mengajarkan ketaatan akan agama, mengajarkan untuk mencari ridho Ilahi. Tiada pernah takut akan kehilangan sang kekasih, apalagi cemburu buta dan possesive. Karena dia tahu cintanya yang tulus akan selalu memperhatikan dan mengawasi sang kekasih, dsan akan selalu mengingatkan sang kekasih kepadanya.
chamran5

Bukan cinta yang hanya mengumbar hasrat semata, cinta yang egois, cinta yang ambisius, dan segala yang sebenarnya merugikan buat diri sendiri dan yang dikasihi, dan cinta yang tiada bermanfaat, baik bagi diri sendiri, bagi sang kekasih apalagi bagi orang lain. Bukan, itu bukan cinta bagi DR.Chamran.

chamran3

Pasangan

angsaBeberapa bukan yang lalu gue dikenalkan oleh seorang wanita di majlis(walau secara tidak langsung). Perkenalannya pun juga termasuk lucu buat gue, jadi awalnya gue kenal dengan seseorang jamaah majlis di daerah Kebayoran Baru, beberapa kali kita sempat ngobrol bareng setelah acara selesai. Kemarin pada hari Kamis malam Jumat kembali kita ngobrol-ngobrol sambil ngerokok setelah menyatap hidangan(cowok ini salah satu dari sedikit sekali perokok di majlis tersebut, karena bagi perokok sangat nikmat merokok setelah makan).

Dari berbagi informasi kegiatan yang diadakan yayasan dan majlis lainnya, gue beritahu ada acara Khaul Sayiddah Fatimah Az Zahra a.s, lucunya dia minta gue mengirimkan sms, awalnya gue kira sms ke nomor dia tapi ternyata nomor yang gue kirim sms tersebut adalah milik adiknya yang berjenis kelamin wanita (biar jelas), dan yang gue rada curiga sich adiknya hadir pada malam itu (sepertinya adiknya  itu aktif juga sich meghadiri acara-acara di majlis tersebut) dan kita sempat berjumpa walau sesaat walau tidak sempat berkomunikasi (karena ketemunya saat dia mau pulang, dan yang gue menyesal banget tidak bisa jelas melihat wajahnya hehehehe… maklum masih belajar jadi cowok baik sich jadi masih suka melihat fisik wanita hehehehe…).

Esoknya iseng sms pura2 aja lupa nomor siapa, kemudian kita kenalan, dan beberapa kali telpon serta sms dan janjian untuk jalan di hari sabtu setelah dia pulang dari majlis fikih gue pulang kerja.

Hari sabtu yang dijanjikan, ketemulah kita di mall daerah Jakarta Selatan, mall yang cukup terkenal di Jakarta, dan dia gue ajak untuk nonton dan makan (walau makan dia yang bayar hahahahaha….), pulangnya gue kambuh alerginya, emank sih dari pagi juga sebenarnya udah pilek, tapi karena janji ya udah dipaksa sekalian penasaran mau lihat dia kalau secara dekat hehehehe….
Rupanya dia manis juga, pantas dia cerita kalau mantannya masih mau kembali manjdai calon pasangannya.

Entahlah sejak saat itu gue jadi segan dengan dia, ada perasaan gue tidak layak buat dia, bahkan mungkin buat wanita di seluruh dunia, bukan hanya untuk dia. Apalagi dia, yang keluarganya sangat baik, rajin mengikuti majlis doa dan ilmu, luas pergaulannya, serta punya kepeduliaan yang sangat tinggi akan saudara-saudara sesama muslim, walau ada perbedaan, seperti kemarin sabtu, hampir sekeluarga mereka turut serta dsalam aksi mengecam tindakan biadab Zionist Militer di kedubes Amerika dan PBB.

Dan ternyata memang dia wanita yang menarik, teman semajlis gue, yang aktivis dan punya keahlian yang berguna, ternyata menyukai dia, mungkin dia lebih layak buat wanita itu daripada gue.

Entahlah, apakah ini yang dinamakan minder atau inferior, tidak percaya diri, tapi gue juga punya sih alasan2 yang membuat gue sedikit menjauh. Yang pasti dia wanita yang baik dan layak mendapatkan pria yang baik, sedangkan diri gue hanya orang yang baru belajar baik, entah kapan jadi orang baik.

Belum lagi keyakinan gue yang masih kurang mantap, masih berani melakukan hal2 yang bukan saja tidak disukai Tuhan tapi juga yang dilarang oleh Tuhan. Masih suka terlena akan dunia, masih menghayal akan materi, masih berasa berat ke tempat2 yang diridhoi Tuhan.

Dan sekarang wanita itu juga sedikit berubah jik bertemu, tidak lagi seperti awal kita bertemu, mungkin dia juga udah bisa menilai gue yang sesungguhnya.

Mudah2an wanita itu bertemu dengan seorang pria terhormat, bukan seorang yang tidak jelas kayak gue, yang klw direnungin hanya seorang pecundang. Seorang pria yg bisa membimbing dia ke arah kebaikkan, menjadi Imam buat dia dalam kehidupan.

Capek ah, bingung apa lagi yang mau ditulis mengenai hal ini, walau kyknya banyak jk diceritakan dengan lisan bukan dgn tulisan, salah satu kekurangan gue, terlalu banyak omong bukan banyak menulis. Tapi kapan2 gue mau belajar kagi menulis, walau itu kisah2 gue aja, klw gak ya copas dari blog atau web lain.
Nyambung gak ya, judul ama isinya, tahu ah, bukan pelajaran Bahasa ini…
Udah ah….

Jalur Gaza…..

Setiap hari hanya bisa menyaksikan bertambahnya korban jiwa di Jalur Gaza,

entahlah selain megumpukan dana dan melakukan aksi demontrasi mengutuk Zionist Israel

apalagi yg bisa gue perbuat?

sampai kapan hal tersebut akan berakhir?

namun jika kembali melihat sejarah para pejuang di seluruh dunia melawan penindasan dan kezaliman, serta merebut kembali kehormatan yg dirampas, memang membutuhkan waktu panjang dan melelahkan.

Apakah Gaza adalah ujian Tuhan ataukah bencana dari Tuhan, semoga Gaza adalah ujian, dimana Tuhan ingin menunjukkan kepada para malaikatnya mengenai hamba-hambanya yg ikhlas dan tetap bersujud kepada Nya walau bencana menimpa mereka.

Jadi teringat, ketika gue bertanya apakah ujian itu kepada guru gue, dan beliau berkata ujian itu Allah berikan kepada hamba Nya karena sang hamba membutuhkannya, supaya menjadi kuat dan tidak cengeng.

Klw dipikir memang benar kata guru gue, dan mungkinkah sebuah kemuliaan tanpa ada ujian sebelumnya, sebuah kehormatan tanpa pengorbanan

Jadi bertanya sendiri ada kah ujian yg telah Allah berikan kpd gue?

Jadi sedih dgn diri sendiri, akankah gue tetap tangguh seperti mereka di Gaza?ataukah gue akan berputus asa dan menjadi manusia yg hina?

Semoga para pejuang Palestina tetap bersabar dalam ujian yg mereka terima, dan mereka tidak menyerah dalam berkorban untuk meraih kemuliaan, kehormatan dan yang utama Ridho Ilahi, bukankah Syahadah adalah sebuah anugerah

Hampir 1000 nyawa telah melayang, tapi seperti kata William Wallace “They can take our Live, but they never take our freedoom” atau lirik lagu WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) oleh Michael Heart

“We will not go down,
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight”

Tp yg mulia adalah para Rakyat Palestina di Gaza menyahuti panggilan Imam Hussein a.s di padang Karbala utk melawan para penindas dan tiran dan anti hina dihadapan manusia zalim.

Labayk ya Aba Abdillah